Senin, 23 Desember 2013

EMAS, Harga dan Pengorbanan yang tak SEBANDING

Mungkin dinegeri kita Emas per-gramnya berkisar antara 400 – 500 ribu.Tapi,pernahkah kita melihat dan berpikir bagaimana perjuangan para penambang demi mendapatkan seserbuk emas? Dan pencemaran yang ditimbulkan akibat pertambangan ini?


Mari kita simak lebih dalam…
Mungkin sekarang kita berlomba – lomba untuk mendapatkan emas.Hanya sebagai identitas dan ajang untuk menjadi siapa yang paling kaya atau hanya memperlihatkan perhiasannya hanya untuk mempercantik diri.
Semakin banyak orang dan semakin mudahnya mereka menggunakan emas.

PT FREEPORT

Dinegeri kita adalah penghasil emas ke nomor 7. Memang,tak dapat di pungkiri jika negeri kita merupakan sumber emas nomor 7 di dunia.Tapi,pernahkah kita berkaca? Mengapa kita masih miskin walau emas kita saja sudah nomor 7 terbanyak di dunia.Siapakah yang menikmati???

Di Papua,eksploitasi besar – besaran. Pencemaran yang ditimbulkan yang pernah dikutip di Kompasiana PT Freeport Indonesia, perusahaan yang pernah terdaftar sebagai salah satu perusahaan multinasional terburuk tahun 1996, adalah potret nyata sektor pertambangan Indonesia. Keuntungan ekonomi yang dibayangkan tidak seperti yang dijanjikan, sebaliknya kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan terus memburuk dan menuai protes akibat berbagai pelanggaran hukum dan HAM.

Dampak lingkungan operasi pertambangan skala besar secara kasat mata pun sering membuat awam tercengang dan bertanya-tanya, apakah hukum berlaku bagi pencemar yang diklaim menyumbang pendapatan Negara? Matinya Sungai Aijkwa, Aghawagon dan Otomona, tumpukan batuan limbah tambang dan tailing yang jika ditotal mencapai 840.000 ton dan matinya ekosistem di sekitar lokasi pertambangan merupakan fakta kerusakan dan kematian lingkungan yang nilainya tidak akan dapat tergantikan. Kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar lokasi PT Freeport Indonesia juga mencerminkan kondisi pembiaran pelanggaran hukum atas nama kepentingan ekonomi dan desakan politis yang menggambarkan digdayanya kuasa korporasi.


Kita hanya memperoleh keuntungan 1 % dar i 99 % keuntungan yang didapat oleh Amerika. Miris bukan? Sekarang kita akan membahas perjuangan para penambang emas

Tegakah? Emas tak didapatkan langsung berupa bongkahan.Melalui proses pemisahan emas dan tanah menggunakan mercury/air raksa (Hg) .Padahal yang kita tahu selama ini mercury akan sangat berdampak buruk bagi kesehatan.Berikut bahaya Mercury yang saya kutip dari http://sumbawahijau.wordpress.com/2010/10/26/dampak-mercury/
  • Pada saat pembentukan janin, ia bisa mendapat paparan merkuri dari ibunya, bila ibu tersebut juga terpapar merkuri yang selama itu menumpuk dalam tubuhnya, terutama tulangnya.
  • Begitu juga merkuri bisa sampai pada bayi melalui air susu ibu.
  • Merkuri yang terpapar pada janin melalui ibunya bisa menimbulkan kerusakan otak, retardasi mental, gangguan koordinasi, buta, kejang, dan gangguan bicara.
  • Anak-anak yang teracuni merkuri bisa mengalami kerusakan pada susunan saraf, saluran pencernaan dan ginjal.
Dan masih banyak lagi.Limbah mercury tersebut dengan mudahnya mereka buang ke sungai.Seperti para penambang yang ada di Galangan. Namun,mereka pun tak bisa sepenuhnya disalahkan.Karena dari faktor ekonomi,mereka rela mempertaruhkan segalanya.Bahkan nyawa sekalipun.Jaman sekarang,sulit mendapatkan pekerjaan. Tak bisa dipungkiri,emas dan segala permasalahannya adalah tanggung jawab kita. Namun,kita juga harus memerhatikan sesuatu yang lebih agung dari emas,dan juga harus kita jaga.Yaitu,bumi yang kita pijak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar